LAUNCHING DIKLAT DASAR PEKERJAAN SOSIAL DAN DIKLAT PERLINDUNGAN ANAK B2P2KS BANJARMASIN

Banjarbaru, 09/02/2020. Mengawali penyelenggaraan diklat Tahun 2020 Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin melaksanakan 2 (dua) Diklat sekaligus pada bulan Pebruari ini, Diklat PDPS dan Diklat Perlindungan Anak Regional Kalimantan ini menyasar sasaran peserta diklat adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Regional Kalimantan khusus Aparatur  Pemerintah Daerah di Lingkungan Dinas Sosial se Regional Kalimantan.

Pada penyelenggaraan kedua Diklat ini pelaksanaanya di mulai dari Tanggal 9 sampai dengan 20 Pebruari 2020 untuk Diklat Perlindungan Anak dan 9 sampai dengan 22 Pebruari 2020 untuk Diklat Dasar Pekerjaan Sosial (PDPS) dan secara serentak diselenggarakan di Kampus BBPPKS Banjarbaru Jalan Trikora RT.32 RW.05 Guntung Manggis Banjarbaru.

Diklat yang diikuti oleh aparatur pemerintah ini, masing-masing menghadirkan 30 orang peserta yang berasal dari berbagai Satuan Kerja dibawah naungan Dinas Sosial Provinsi dan Kabupaten/Kota di Regional Kalimantan (Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara).

Pada kesempatan ini, Kepala Badan Pendidikan, Penelitian dan Penyuluhan Sosial (BP3S) Kementerian Sosial Republik Indonesia (Bpk. Prof.Syahabuddin) membuka kedua Diklat ini secara resmi, dalam kesempatan yang sama pula Kepala BP3S menyampaikan pesan bahwa menyongsong Tahun 2020 sebagai tahun yang penuh tantangan khususnya pada peningkatan SDM yang terampil, Mandiri dan berorientasi Global, kita semua di tuntut untuk mampu bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai sektor dalam mewujudkan Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan salah satu upaya yang  di lakukan Kementerian Sosial RI melalui Badan Pendidikan, Penelitian dan Penyuluhan Sosial (BP3S) adalah Menyelenggarakan Diklat di dibawah Pengendalian UPT. Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) yang tersebar di 6 (enam) Balai Besar seluruh Indonesia sebagai tempat pengembangan kompetensi  SDM Kesos di seluruh Indonesia.

Kepala BP3S juga berpesan pentingnya menyikapi isu-isu global yag berkenaan dengan dengan situasi dan kondisi negara saat ini, menyikapi perkembangan teknologi yang meramba ke berberbagai sektor kehidupan manusia, termasuk di lingkungan pemerintahan dimana semua sektor pekerjaan telah beririsan dengan kemajuan teknologi, dan implikasi kemajuan teknologi hampir menggantikan semua pekerjaan yang dilakukan manusia, hal ini menuntut kita semua untuk terus memacu peningkatan kompetensis SDM seperti pada Kementerian Sosial melalui Badan Pendidikan, Penelitian dan Penyuluhan Sosial telah menerapkan Teknologi Transaksi Keuangan melalui Cash Management System (CMS) perbankan pada beberapa proses kegiatan.

Kompetensi SDM Pekerjaan Sosial juga harus bisa mewujudkan eksistensinya di berbagai sektor dalam memberikan perlindungan dan jaminan sosial dan menjadi barometer pembangunan kesejahteraan sosial,  Kementerian Sosial melalui Program Keluarga Harapan (PKH) menunjukkan salah satu bentuk Perlindungan Sosial, keberadaan PKH sendiri tidak cukup di tangani oleh  pendamping PKH saja tanpa dukungan dan kolaborasi Pemerintah Daerah melalui Dinas Sosial setempat dalam memperkuat peran pendamping sosial.

Peran Para Pendamping Sosial (PKH) sendiri menangani berbagai bentuk Perlindungan Sosial seperti Perlindungan Anak, Tumbuh Kembang Anak, Pendidikan dan Pengasuhan terhadap anak sebagai generasi penerus bangsa, disamping itu juga diharapkan kepada kita semua untuk terutama pekerja sosial untuk memahami program2 Perberdayaan Sosial, Rehabilitasi Sosial, Perlindungan Sosial,  Fakir Miskin.

Besar harapan bagi rekan-rekan agar mampu mengikuti kedua diklat ini dengan serius sehingga memberikan bekal untuk di amalkan di Lingkungan kerja masing-masing yang pada akhirnya secara tidak langsung kita semua telah ikut berperan mewujudkan pembangunan Kesejahteraan Sosial di Negara kita tercinta.