PENDIDIKAN DAN PELATIHAN (DIKLAT) MANAJEMEN REHABILITASI SOSIAL BERBASIS MASYARAKAT BAGI KORBAN PENYALAHGUNAAN NAPZA TAHUN 2017

24/2/2017, Banjarbaru Masalah penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainya (NAPZA) tidak hanya di kota-kota besar saja, tapi sudah sampai ke kota-kota kecil di seluruh wilayah Republik Indonesia, mulai dari tingkat sosial ekonomi menengah bawah sampai tingkat sosial ekonomi atas. Penyalahgunaan NAPZA, terjadi pada semua kalangan usia, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa. Namun berdasarkan data  yang ada, penyalahgunaan NAPZA paling banyak berumur antara 15–24 tahun. Tampaknya generasi muda tidak terkecuali anak-anak adalah sasaran strategis perdagangan gelap bahkan sasaran NAPZA. Oleh karena itu, bahaya dan pengaruhnya terhadap ancaman kelangsungan pembinaan generasi muda. 

Para pengguna narkoba yang berada diwilayah regional kalimantan meliputi Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara setiap  tahunnya mengalami peningkatan. pada Tahun 2015 kemarin menyebutkan ada 55 000 pecandu Narkoba di Kalimantan Selatan, 35.000 di Kalimantan Tengah dan 77.884 di Kalimantan  Timur, untuk Kalimantan Utara sebagai provinsi baru pengguna narkoba diwilayah tersebut sudah lebih dari 10 ribu. Dari data itu 1. 190 orang adalah pengguna baru, ini berarti dalam setahun hampir 2 ribu orang khususnya di Kalimantan Selatan terperangkap jebakan narkoba.

Penguatan semua elemen masyarakat tidak terkecuali keluarga sebagai pembentukan pertama karakter dalam kehidupan manusia diharapkan mampu menekan jumlah penyalahgunaan Napza baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Persoalan narkoba tidak sebatas korban dan pemulihan. Namun, sudah menjadi bahaya laten yang mengancam kedaulatan bangsa, seharusnya generasi muda itu produktif tapi karena narkoba dibuat kontraproduktif

Dalam setiap tahunnya terjadi peningkatan sehingga perlu upaya rehabilitasi bagi pengguna narkoba dan penindakan bagi yang mengedarkan atau bandarnya. Dengan memperhatikan itu BBPPKS Regioanl IV Kalimantan sebagai UPT Kementerian Sosial bertanggung jawab melaksanakan diklat Manajemen Rehabilitasi Sosial Berbasis Masyarakat bagi Korban Penyalahgunaan Napza pada tahun 2017 ini.

A.      Tujuan Diklat.

  1. Tujuan Umum, Setelah mengikuti Diklat ini diharapkan peserta mampu mengaplikasikan pengetahuan, nilai dan keterampilan dasar dalam melakukan rehabilitasi korban penyalahgunaan napza berbasis masyarakat.
  2. Tujuan Khusus, Setelah mengikuti Diklat, peserta mampu :
    1. Memahami kebijakan pemerintah dalam penanggulangan napza.
    2. Memahami regulasi rehabilitasi sosial bagi korban penyalahgunaan napza.
    3. Memahami penyalahgunaan napza dan cara penanggulangannya.
    4. Memahami pengetahuan umum tentang adiksi.
    5. Memahami stigma sosial
    6. Mengetahui dasar-dasar konseling Napza.
    7. Mengetahui dan mempraktekkan intervensi komunitas
    8. Memahami penguatan keluarga dalam penanggulangan napza
    9. Memahami pengembangan jejaring dan rujukan dalam penanggulangan napza  

B. Silabi Diklat :

NO
MATA DIKLAT DAN POKOK BAHASAN
JAMLAT
A
Materi Dasar ( 13 JP)
 
1.
2.
3.
4
5
Kebijakan pemerintah dalam penanggulangan Napza
Regulasi rehabilitasi sosial bagi korban Napza
Penyalahgunaan Napza dan cara penanggulangannya
Peresmian Gedung BBPPKS dan Pembekalan Peserta Diklat
Dinamika Kelompok
2
2
4
3
2
B
Materi Inti  ( 43 JP)                                                                                   
1.
Pengetahuan umum tentang adiksi :
a.       Pengetahuan dasar Fisiologi dan Farmakologi.
b.      Fisiologi adiksi sebagai penyakit otak
7
2.
Stigma Sosial :
a.       Pengertian
b.      Dampak stigma bagi korban penanggulangan Napza
c.       Peranan keluarga dalam menghadapi stigma terhadap korban napza
7
3.
Dasar-dasar konseling Napza :
a.       Pengertian
b.      Metode dan teknik dasar konseling
7
4.
Intervensi komunitas :
a.       Pengertian dan tujuan intervensi komunitas
b.      Strategi intervensi komunitas
c.       Prinsip dalam intervensi komunitas
d.      Proses praktik intervensi komunitas
e.      Tahapan intervensi komunitas
10
5.
Penguatan keluarga dalam penanggulangan Napza :
a.       Peranan keluarga dalam penanggulangan napza
7
6.
Pengembangan jejaring dan rujukan dalam penanganan napza 
5
C.
Penunjang ( 4 JP)
1.
2.
Pengarahan Program
Evaluasi Penyelenggaraan                                                                                                                  2
Pembukaan dan penutupan                                                                                                                
1
1
2
J U M L A H
60

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.